Manfaat dan Cara Mengolah Daun Kelor

Cara Mengolah Daun Kelor untuk ASI

Disimpulkan oleh sharingconten.com bahwa daun kelor selain bermanfaat dalam pengobatan, kelor juga dikenal efektif dalam memfasilitasi menyusui untuk ibu menyusui. Cara termudah untuk mengobati daun kelor untuk ASI adalah mengubahnya menjadi makanan. Di sini kami menunjukkan resep mudah untuk berlatih.

Sayuran daun kelor bening
Bahan:

Satu mangkuk daun kelor muda segar
1 jagung manis, potong menjadi 3 bagian
1 oyong / gambas, potong 1 cm
1 tomat sedang, potong-potong
1 genggam kemangi

Bumbu:
4 bawang merah, iris halus
Kunci persimpangan 1 cm, cuci bersih
Gula yang cukup
Garam sesuai keinginan

Cara mengobati daun kelor dalam sayuran bening:
Panaskan cukup air di wajan. Tambahkan jagung dan oyong, lalu masak sampai lunak.
Tambahkan bawang merah dan sakelar konvergensi, lalu bumbui dengan garam dan gula sesuai keinginan.
Terakhir, tambahkan kelor, tomat, dan daun basil. Masak sampai kelor dan kemangi baru layu, sekitar 5 menit.
Sajikan sayuran daun kelor dengan nasi putih.

Manfaat Lain Dari Daun Kelor

Moringa oleifera Diketahui bahwa daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan. Tumbuhan ini kaya akan antioksidan dan senyawa lain yang dibutuhkan tubuh. Para ilmuwan sejauh ini telah membuktikan enam manfaat untuk daun kelor, mulai dari mengurangi peradangan hingga membantu menurunkan kolesterol.

Di Indonesia, daun kelor sering dikonsumsi sebagai sayuran. Tetapi karena sifatnya yang banyak, banyak orang mulai mengolahnya dalam makanan lain, seperti permen atau keripik. Bahkan, kapsul serbuk daun kelor sekarang tersedia sebagai suplemen. Kandungan nutrisi yang tinggi ini menjadikan Moringa sebagai alternatif untuk mengatasi masalah gizi di negara-negara berkembang.

Diadaptasi dari Health Line, berikut adalah enam manfaat daun kelor yang didukung penelitian ilmiah.

  • Sangat bergizi

Hampir semua bagian pohon ini dapat digunakan atau digunakan sebagai obat tradisional, terutama daun dan buah seperti kacang. Selain dicintai oleh banyak orang, daun dan buah-buahan mengandung banyak vitamin dan mineral.

Satu cangkir daun kelor segar mengandung 2 gram protein dan vitamin B6 19 persen dari kebutuhan nutrisi atau RDA, 12 persen vitamin C dari RDA, 11 persen zat besi dari RDA, 11 persen vitamin B2 dari diet yang direkomendasikan dan 9 persen dari Vitamin A dari RDA, dan magnesium 8 persen dari RDA. Namun, jangan berharap daun atau suplemen kelor kering memiliki tingkat nutrisi ini.

Kandungan vitamin dan mineral tidak sama dengan daun kelor, tetapi kaya akan vitamin C. Satu cangkir biji kelor mengandung 157 persen dari AKG.

Sayangnya, daun kelor juga memiliki kelemahan karena mengandung tingkat nutrisi yang tinggi yang dapat mengurangi penyerapan mineral dan protein.

  • Kaya akan antioksidan

Antioksidan membantu tubuh melawan radikal bebas tinggi yang dapat menyebabkan stres oksidatif pada beberapa penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Selain vitamin C dan beta-karoten, daun kelor juga mengandung quercetin yang dapat membantu menurunkan tekanan darah, juga Asam klorogenat yang dapat menurunkan kadar gula darah setelah makan.

  • Mengurangi gula darah

Kadar gula darah yang tinggi pada penderita diabetes dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti penyakit jantung. Beberapa penelitian yang diterbitkan di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional atau NCBI menunjukkan bahwa kelor dapat membantu menurunkan kadar gula darah. Namun, sebagian besar bukti didasarkan pada penelitian pada hewan. Ada sangat sedikit studi berbasis manusia, dan mereka umumnya berkualitas rendah.

  • Mengurangi peradangan

Peradangan sebenarnya adalah respons alami tubuh terhadap infeksi atau cedera, tetapi bisa menjadi masalah kesehatan jika terus berlanjut. Peradangan yang persisten dapat menyebabkan penyakit serius seperti penyakit jantung dan kanker. Para ilmuwan membuktikan bahwa daun dan buah kelor mengandung senyawa anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan, seperti hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal farmasi Pelogy pada 2009. Namun sejauh ini, studi baru terbatas pada studi kaleng dan hewan. Anda perlu penelitian lebih lanjut tentang pengaruhnya terhadap manusia.

  • Rendah kolesterol dalam darah

Penelitian pada hewan dan manusia telah menunjukkan bahwa daun kelor memiliki efek dalam menurunkan kolesterol, menurut penelitian yang dicatat oleh NCBI. Perlu dicatat bahwa kolesterol tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

  • racun penangkal arsenik

Makanan dan minuman mudah terkontaminasi dengan arsenik, termasuk jenis beras tertentu. Dalam jangka panjang, paparan racun ini dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk kanker dan penyakit jantung. Beberapa penelitian pada tikus menunjukkan bahwa daun dan buah kelor dapat melindungi tubuh dari efek keracunan arsenik. Sayangnya, efek yang sama bagi manusia belum diteliti.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*