Berikut cera mengatasi lumpuh otak yang dapat kamu lakukan.

Lumpuh otak atau dikenal dengan cerebral palsy (CP) merupakan suatu kondisi yang menimbulkan kerusakan jaringan otak yang irreversible dan tentunya dalam hal ini tidak progresif. Kondisi tersebut dapat terjadi sejak dilahirkan hingga akhirnya menyebabkan beberapa gangguan dalam perkembangan otak. Lumpuh otak pada dasarnya merupakan gangguan terhadap pergerakan dan postur tubuh. Terdapat berbagai  faktor dalam kondisi tersebut yang bisa meningkatkan risiko terjadinya lumpuh otok. Contohnya:

  • Kondisi kehamilan tertentu seperti sungsang, berat badan lahir yang rendah, mengandung lebih dari satu bayi (bila satu atau lebih bayi meninggal, risiko lumpuh otak akan meningkat), dan terlahir prematur.
  • Penyakit tertetu yang diidap bayi juga bisa memicu terjadinya lumpuh otot. Misalnya, bakteri meningitis, virus ensafalitis, ikterus parah yang tak ditangani, dan perdarahan di otak (stroke yang terjadi di dalam rahim)
  • Kondisi kesehatan ibu saat hamil, ada-tidaknya infeksi atau paparan toksik tertentu selama kehamilan. Infeksi yang perlu diwasadapi seperti, virus Rubella, stimegalovirus, sipilis, toksoplasmosis, atau virus Zika.

diet dalam masalah ini ternyata menjadi salah satu tips yang tepat untuk mengatasi lumpuh otak. Adapun kesehatan yang baik sebelum maupun pada masa kehamilan, yakni dengan cukup dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan-makanan yang bernutrisi dan bergizi saja. Dan perlu kita ketahui, jika sedang berada diluar ruangan, baik ketika bepergian maupun hanya sekedar duduk bersantai diluar. Alangkah baiknya hindari beberapa bahan kimia baik yang menyebar diudara maupun yang berbentuk benda. Selalu cek kesehatan dan kondisi janin ke dokter supaya bila merasa ada yang bermasalah, penanganan dapat dilakukan sedini mungkin untu mengurangi beberapa resiko yang akan menyebabkan fatal pada sang janin. Jika diketahui terdapat sebuah masalah yang dapat mengakibatkan lumpuh otak itu terjadi, dengan cepat dokter akan mengatasi lumpuh otak melalui Pemeriksaan penunjang yang akan dilakukan untuk memastikan hasil diagnosis, termasuk:

  • Elektroensefalografi (EEG) -Untuk melihat aktivitas listrik otak, dengan menggunakan bantuan alat khusus yang disambungkan ke kulit kepala.
  • Uji pencitraan (MRI, CT scan, USG) – Untuk melihat area otak yang rusak atau berkembang tidak normal. 

Anak-anak dan orang dewasa dengan permasalahan lumpuh otak memerlukan perawatan jangka panjang dengan tim perawatan medis. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengobati lumpuh otak  sepertihalnya:

  • Terapi bicara sangatlah dianjurkan untuk dilakukan oleh pasien lumpuh otak dengan kesulitan bicara sebagai gejalanya. Anak bakal diberi pelatihan untuk berkomunikasi. Ada alat bantu yang tersedia, seperti simbol-simbol sebagai perwakilan sebuah benda dan alat bantu lainnya.
  • Terapi fisik. Pelatihan otot dan latihan dapat membantu kekuatan anak Anda, fleksibilitas, keseimbangan, perkembangan motorik dan mobilitas. Anda juga akan belajar bagaimana untuk dengan aman merawat kebutuhan sehari-hari anak Anda di rumah, seperti mandi dan makan anak Anda.
  • Fisioterapi.Terapi yang dilakukan dengan bimbingan seorang ahli ini memiliki tiga tujuan, yang pertama adalah untuk mencegah pergerakan otot menjadi berkurang atau hilang sama sekali. Tujuan kedua adalah untuk mencegah otot-otot yang jarang digunakan oleh si penderita menjadi makin lemah. Dan tujuan ketiga adalah untuk meningkatkan kemampuan pergerakan yang mungkin melibatkan alat bantu berjalan.
  • Terapi okupasi pun diperlukan terutama oleh penderita lumpuh otak yang kesulitan untuk berkegiatan seperti orang pada normalnya. Para ahli terapi akan menolong penderita untuk lebih mandiri.
  • Obat-obatan untuk meredakan nyeri atau melemaskan otot yang kaku, seperti baclofen atau diazepam.
  • Tindakan operasi akan dilakukan bila kaku otot mengakibatkan kelainan pada tulang. Operasi yang bisa dilakukan adalah bedah ortopedi atau selective dorsal rhizotomy dengan memotong salah satu saraf tulang belakang.
Sumber: Halodoc.com



[1] Sumber referensi Halodoc.com

[2] Sumber referensi Honestdocs.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*