Badak Bercula Satu Di Taman Nasional Ujung Kulon

gambar badak jawa

Badak Jawa yang memiliki nama lain Rhinoceros sondaicus Desmarest adalah binatang terbesar di Jawa dengan berat bisa mencapai 1,5 ton dan memiliki warna kulit yang pucat. Badak Jawa merupakan spesies satwa liar yang sangat langka bahkan penelitian mengatakan bahwa badak Jawa merupakan hewan mamalia paling langka yang ada di dunia dengan populasi kurang dari 100 ekor. Dulu badak Jawa ini pernah tersebar hampir di seluruh pegunungan yang ada di Jawa Barat seperti Gunung Salak, Gunung Gede dan Gunung tangkuban Perahu. Badak Jawa juga pernah ada di kawasan Sungai Brahmaputra di Bangladesh, India sampai ke Cina. Tidak diketahui badak Jawa ini dulunya berasal dari mana, namun sekarang badak bercula satu atau Badak Jawa ini hidup di hutan Taman Nasional Ujung Kulon.

Taman Nasional Ujung Kulon dianggap sebagai satu-satunya habitat aman untuk kehidupan badak Jawa dari para pemburu. Badak Jawa menjadi incaran para pemburu liar karena culanya. Cula badak menjadi komoditas perdagangan di Tiongkok sebagai bahan obat dan juga bahan perhiasan. Kulit badak juga digunakan sebagai bahan pembuatan baju tentara Tiongkok dan suku lokal di vietnam.selain perburuan liar, habitat badak yang rusak juga membuat spesies badak semakin terancam punah.

Selain karena habitat dan perburuan yang menyebabkan badak Jawa ini hampir punah, bencana alam yang merusak habitat badak bercula satu pun memperparah kelangsungan hidup badak Jawa. Selain itu badak bercula satu membutuhkan waktu sekitar 4-5 tahun untuk kawin dan 16 bulan untuk masa kehamilan. Masalah lain yang menyebabkan hampir punahnya badak bercula satu ini adalah tingkat kecacatan yang tinggi akibat perkawinan inbreeding. Perkawinan inbreeding atau sedarah ini sering terjadi akibat populasi badak bercula satu yang sangat sedikit dan mengakibatkan turunnya ketahanan tubuh yang dimiliki spesies ini.

Populasi badak menurun drastis dalam 100 tahun terakhir. Para ahli memperkirakan ada sekitar 500 ribu badak mendiami Asia dan Afrika. Namun sejak awal abad ke-20 jumlah badak yang ada hanya sekitar 70.000 badak dan di tahun 1970an populasi badak yang ada di alam liar hanya sekitar 29 ribu ekor badak saja.

Badak bisa bersembunyi selama beberapa dekade jika para pemburu badak terus memburu dan membunuh badak setiap tahun. Itu dapat merugikan perekonomian nasional yang mengandalkan badak sebagai ekowisata.

Badak bercula satu yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon Banten ini memiliki karakteristik bentuk tubuh yang sedikit unik. Bentuk tubuh badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon ini lebih kecil dan memiliki warna sedikit lebih terang dari badak bercula satu lainnya. Berat rata-rata badak Jawa ini sekitar 900-2.000 kg. Satwa langka yang satu ini dapat hidup sekitar 35 – 40 tahun.

Perlu banyak tindakan untuk bisa menghentikan perdagangan ilegal yang melibatkan bagian badak bercula satu ini agar kelestarian hidup badak bercula satu ini tetap memiliki masa depan.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*